Israel vs Palestine (part II)  

Posted by puu'

Lagi – lagi Israel dan lagi – lagi dunia gempar dengan isu penyerangan Israel – yang kali ini menyerang kapal Mavi Marmara (kapal yang membawa relawan dalam misi kemanusiaan "Freedom Flotilla" ke Gaza).

Kemarin – kemarin gw sempet menutup mata. Karena menurut gw itu bukan masalah Indonesia, (wong yg rusuh Israel-palestina, kok kita yg rebek demo sana sini ) yang kalau ada demo atau apapun yang berhubungan dengan Israel-Amerika di Indonesia malah gw cibir dan gw anggap sebagai upaya sok tau-mau ikut campur aja-dan merugikan diri sendiri.

Kenapa gw sebut sok tau dan mau ikut campur aja? Karena menurut gw itu masalah ada di luar kapasitas Indonesia. Mau bicara tentang solidaritas beragama atau solidaritas kemanusiaan atau solidaritas apapun, yang kalau kita tidak memihak salah satu yang dianggap benar kita disebut2 sebagai orang yang gak punya hati dan kemudian mengkambinghitamkan pihak lainnya yang dianggap salah. Kenapa ga ngurusin masalah toleransi dan solidaritas ras dan suku yang ada di Indonesia dulu?

Gw pernah ngebahas ini dalam postingan gw beberapa waktu yang lalu dengan judul Israel vs Palestine, dimana banyak pro dan kontra mengenai tulisan gw itu. dan gw masih memegang pandangan gw untuk tetap ‘mengubah hal kecil untuk sesuatu yang besar’. (lebih lengkapnya mohon dibaca ulang postingan saya itu)

Dan kenapa gw sebut merugikan diri sendiri? Karena beberapa waktu lalu, inget kasus pemboikotan brand Amerika/Israel? Yang pada akhirnya banyak orang yang mendemo untuk menutup restoran cepat saji McDonalds? Pada saat itu, di Jakarta dan Bandung banyak mahasiswa yang menuntut ditutupnya McDonalds. Coba kalau diliat dari sisi lainnya, McDonalds itu suatu bentuk usaha franchise. Brand-nya emang berasal dari Amerika. Tapi pemiliknya? Orang Indonesia. Bahan makanannya berasal dari peternak ayam Indonesia. Nasi dan sayurannya berasal dari petani Indonesia. Distributor kertas bungkusannya? Pasti dari Indonesia juga. Karyawan yang kerja shift2an 24 jam di setiap counter? Orang Indonesia juga. Coba bayangkan, kalau misalnya restoran cepat saji itu ditutup, siapa yang rugi? Masyarakat Indonesia jg kan? gw juga rugi, sebagai anak kosan yang rajin ber 14045 kalo lg mager dan kelaparan ;p

Tapi kali ini gw turut berbela sungkawa, karena di dalam kapal itu terdapat 12 relawan asal Indonesia yang tergabung bersama 369 sukarelawan dari seluruh dunia. Ada sembilan kapal dengan berbagai ukuran dalam misi menembus blokade Israel ini. Kapal-kapal ini mengangkut 10.000 ton bantuan kemanusiaan ke Gaza. Dari informasi terakhir versi kompas.com pukul 20.48 WIB, kapal2 itu sekarang digiring ke wilayah Israel.

Gw prihatin, sangat – sangat prihatin karena ternyata hal – hal tidak berperikemanusiaan itu bener2 ada. Ketika elo bisa tertawa saat melihat orang di sekitar lo nangis atau kesakitan karena elo, disaat hidup mati seseorang ada di tangan elo, dan ketika banyak pihak ingin membatu tapi elo masih mau mencegah segala bantuan yang datang untuk mereka. Itu bener2 SAKIT JIWA!

Perang kepentingan, ya Tuhan, 2010 masih aja ada perang? Disaat semua orang, semua warga negara menuntut ilmu setinggi – tingginya, berkompetisi dan olimpiade akademik, ujung – ujungnya semua masalah diselesaiin pake perang? Buat apa dong sekolah tinggi2?

There Are Some Crimes That Cannot Be Forgiven

There are some crimes that cannot be forgiven,
For which no punishment can be enough,
Which should by such harsh sentence be forbidden
That none would dare so damned a fortune touch.
And yet the children still are raped, abused,
Made actors in a nightmare none should see,
Fondled, fettered, forced, defiled, used
By those who cannot help but evil be.
And for such twisted souls no cure is certain.
The debt cannot be paid and left behind.
Freedom brings anew the old temptation,
And all the tightened springs beg to unwind.
All people in their sorrow should be loved,
But some must ever be from us removed.

Saya turut berduka cita. Semoga 12 Warga Indonesia diberikan yang terbaik oleh Tuhan YME, dan keluarganya diberi kesabaran dan ketabahan. Saya sudah mengganti display picture BBM saya dengan gambar hitam, bukti bahwa saya turut berduka cita. Saya mungkin tidak akan berdemo, tidak akan sok jihad, tiidak akan melakukan apapun untuk hal ini, tapi saya berdoa, berdoa untuk kesabaran dan ketabahan untuk mereka.

Semoga sengketa ini cepat selesai, semoga masalah ini cepat diberikan jalan keluarga dengan damai. God Bless You

Dan saya tetap menghimbau agar teman – teman mahasiswa tidak ikut-ikutan rusuh dengan berdemo, selain tidak ada gunanya, ga nyampe juga tujuan aslinya (kalian berdemo untuk nuntut Israel bisa damai kan? Kok demonya pake rusuh? Malah kita yg ga damai dooongg..)

This entry was posted on Tuesday, June 1, 2010 at 3:27 PM . You can follow any responses to this entry through the comments feed .

1 comments

waw... gue yg pertama...

aku setuju dengan pandanganya...ngapaian kita ngurusin kebijakan politik negara lain... sedangkan politik dalam negeri aja brantakan......

lagian ...... sudah tau jalur ke gaza di blokir... ngapan memasakan ntuk masuk... ? (cari gara2 ya...he..hee) emang ntuk masuk wilayah gaza cuman dari perairan mideterania... ???
btw... gue prihatin dgn rakyat palestina... semoga Tuhan ... selalu menyertai mereka... thank's

June 12, 2010 at 3:23 PM

Post a Comment